Cerita Sex HOT : Tetangga Baru Hot


Cerita Sex HOT : Tetangga Baru Hot

CeritaSexHOT Kali ini membagikan Cerita Sex Tetangga Baru Hot yang merupakan Cerita Sex+17, cerita dewasa, cerita sex, cerita hot, cerita sex dewasa, kisah sex, dan pengalaman ini merupakan sensasi sex yang tidak akan pernah di lupakan. Untuk itu di simak CeritaSexHOT Tetangga Baru Hot Lain ini :
Keadaan perekonomian keluargaku bisa dibilang kurang baik, aku dan istriku terpaksa harus mengontrak di perumahan yang padat sekali warganya. Rumah yang kami tempati saling berdempetan antara satu dengan yang lainnya. Kamar mandinya pun jadi satu dengan rumah di sebelahku. Sungguh keadaan yang sangat tak kuinginkan. Pertama pindah aku belum begitu kenal dengan tetangga sebelah rumahku. Kata istriku kalau tetanggaku punya istri yang sangat manis dan seksi.
Penasaran aku dengan cerita istriku, ingin sekali aku melihatnya. Akhirnya kamipun ketemu dan berkenalan dengan pasangan suami istri tetanggaku itu, mereka bernama Mas Putra dan Mbak Asti. Mbak Asti masih terlihat muda umurnya kira-kira sekitar 25 tahun. Setelah ngobrol kesan kemari akhirnya kami jadi akrab.
Mas Putra membuka bengkel mobil di dekat rumah orang tuanya yang lumayan jauh dari tempat tinggal kami. Mas Putra selalu berangkat pagi dan pulang setelah magrib. Karena sudah semakin akrab aku dan istriku sering nonton TV di rumah mereka, maklumlah kami masih pengantin baru jadi belum punya barang-barang, hanya punya lemari plastik, kasur dan peralatan dapur bahkan kami masih kuliah.
Saking akrabnya aku sudah tak sungkan lagi keluar masuk di rumah Mbak Asti. Siang itu ketika istriku berangkat kuliah aku beniat nonton TV di rumah Mbak Asti kebetulan di rumah cuma ada Mbak Asti saja dan anaknya yang baru berumur 2 tahun. Aku dan Mbak Asti nonton TV bersama, kami berdua mengomentari film tentang percintaan yang kami lihat. Saking serunya obrolan kami, sampai akhirnya Mbak Asti menanyakan soal sex padaku. Awalnya aku kaget sewaktu dia menanyakan soal sex padaku, lalu kemudian aku balik bertanya padanya tentang sex padanya.
Jawabnnya sungguh mengagetkan, dia bilang kalau selama ini dia belum pernah mendapatkan kepuasan sex dari suaminya karena suaminya tidak pernah melakukan pemanasan. Lalu akupun menceritakan tentang pengalaman sex ku, kelihatan dia sangat senang sekali mendengarnya. Saat itu Mbak Asti sedang menyusui anaknya lalu pikiran nakalku mulai beraksi, aku menggodanya dengan guraunya yang berbau sex, akupun menggoda anaknya dengan menarik toket Mbak Asti agar mulut anaknya terlepas dari putting Mbak Asti. Ternyata Mbak Asti diam saja, kemudian dia menyuruh anaknya main keluar dengan teman-temannya. Karena memang di rumah mbak Asti banyak anak yang bermain di halaman depan karena tempatnya rindang.
Setelah anaknya keluar aku lalu mendekati Mbak Asti dan mendekapnya. Kamipun berciuman, mulut kami saling melumat, Mbak Asti mengerang nikmat. Kupilin putingnya dengan lembut. Mbak Asti melepaskan ciumannya dan bilang padaku kalau memeknya sudah basah sewaktu mendengar cerita sex ku tadi. Sambil tangan Mbak Asti mulai mengelus kontolku dari luar. Tanpa berlama-lama tubuh Mbak Asti kurebahkan dia atas karpet di depan TV. Lalu ku menindihnya, kami saling berciuman kembali sambil kutekan kontolku yang sudah mengeras di balik celanaku. Kugesek-gesekan kontolku di memeknya dengan masih memakai baju. Mbak Asti semakin liar merasakan kenakalanku yang bermain-main dengan memeknya. Rasanya aku sudah tak tahan lagi dan ingin segera meyodokan kontolku ke dalam lubang memeknya.
Tapi tiba-tiba pintu rumah Mbak Asti diketuk oleh seseorang, kemudian kami menghentikan ciuman kami, dengan kesal Mbak Asti membukakan pintu ternyata ada saudaranya yang datang berkunjung. Akupun langsung berpamitan pulang dengan hati kecewa dan dengan kontol yang masih menegang. Sesampai di rumah aku jadi gelisah karena tak bias menyalurkan hasrat sex ku.
Aku lalu ke kamar mandi dan mencoba masturbasi dengan mengingat kejadian tadi sewaktu dengan Mbak Asti. Samar-samar aku mendengar ada orang mandi di rumah kontrakan sebelah, aku mencoba untuk mengintipnya, kulihat sesosok wanita cantik dengan tubuh putih mulus sedang menyabuni badannya lalu aku berkhayal tentang gadis tersebut sambil mengocok kontolku.
Setelah kejadian itu aku dan Mbak Asti jarang sekali berduaan karena selain istriku sering di rumah aku sendiri sibuk dengan kuliahku. Selang beberapa bulan aku dan istrikupun pindah rumah kontrakan yang lebih besar. Dengan berat hati Mbak Asti melepaskan kepindahan kami. Tapi masih ada sedikit barang yang kutitipkan pada Mbak Asti karena sewaktu pindahan karena mobilnya tak muat membawa semua barang-barangku.
Seminggu setelah kepindahanku, aku berkunjung ke rumah Mbak Asti untuk mengambil barangku yang masih kutitipkan, kebetulan Mbak Asti cuma berdua dengan anaknya. Seketika pikiran kotorku langsung beraksi. Kami ngobrol beberapa saat kemudian aku memberikan uang kepada anaknya dan menyuruhnya jajan di warung samping rumah. Kesempatan ini tak akan kusia-siakan, setelah anaknya pergi aku langsung mendekap Mbak Asti kuciumi bibirnya, Mbak Asti pun membalas ciumanku dengan ganasnya.
Tanganku langsung kuarahkan ke dalam CDnya dan memainkan klitorisnya. Mbak Asti menggeliat keenakan. Tanpa berlama-lama aku melepaskan seluruh baju yang dikenakan Mbak Asti, termasuk BH dan CDnya. Ciumanku lalu turun ke memeknya. Kujilati klitorisnya, sambil jariku kumasukan ke dalam ubang memeknya yang telah basah. Aku sudah tak dapat menahan nafsuku lagi, akupun lantas melepas baju yang kukenakan sampai akhirnya aku telanjang bulat.
Dan tanpa aba-aba Mbak Asti membuka lebar-lebar pahanya, secepatnya kumasukan kontolku ke dalam lubang memeknya dan “Bleeessss”, Mbak Asti menjerit merasakan kenikmatan. Dengan sodokan yang keras kontolku mengoyak memek Mbak Asti. Dia terus mendesah dan mengerang,
“Aaahhhh…enak mas…teruuusss…ooohhh”
Kontolku rasanya seperti disedot-sedot, kurasakan memek Mbak Asti berbeda dengan memek istriku. Memeknya memiliki daya tarik dan rangsangan yang tinggi. Ketika kontolku maju mundur ke dalam memeknya rasanya begiti dahsyat sekali, dinding memeknya menyempit ketika kontolku masuk dan rasanya seperti dipijit-pijit sungguh benar-benar nikmat.
Kami berdua mengerah dan mendesah menahan nikmat, peluh keringat kami menetes membasahi badan kami. Mbak Asti masih kuat dengan serangan kontolku yang terus menyodok dalam memeknya. Aku semakin mempercepat sodokanku, aku merasakan ledakan akan keluar dari dalam kontolku, aku benar-benar tak tahan lagi dengan sensasi yang diberikan oleh memek Mbak Asti.
“Sssthhh…aaahhh enak Mbak….aku mau keluar Mbaaakkk…oohhh…” desahku sambil terus menyodok memeknya.
“Teruuusss maaasss….aku juga mau keluaaar…aaaahhhh….” balasnya sambil memejamkan mata dan tangannya menggengam erat punggungku.
“Ooohhh, aku keluaaar Mbaaaak…..”
“Aaahhh….aku jugaaaaa….yeesss…”
Akhirnya kami orgasme bersamaan, sperma kami bercampur menjadi satu di dalam memek Mbak Asti. Kupeluk dia, dan kuciumi bibirnya. Semakin kencang spermaku keluar semakin kencang aku mencium dan menyedot bibirnya. Kami berdua sama-sama lemas dan masih merasakan sisa kenikmatan yang terakhir. Sambil masih terus berciuman dan kontolku masih menancap di lubang memeknya. Denyutan dari dinding memek Mbak Asti masih bisa aku rasakan di kontolku yang begitu nikmatnya.
“Terima kasih Mas, aku puas banget….sungguh nikmat” katanya sambil mengelus rambutku.
“Aku juga puas Mbak, memekmu rasanya nikmat sekali…” balasku.
“Masak?” jawabnya menggodaku.
Lalu kami berdua mandi bersama. Setelah selesai mandi aku berpamitan, tapi sebelum aku melangkah keluar kucium bibirnya sekali lagi. Dengan mimic muka sedih Mbak Asti melepas kepergianku. Aku tahu dia berat untuk pisah denganku karena dia masih membutuhkan kontolku untuk memuaskannya.