Cerita Sex Dewasa – Ngeseks Sehabis Jam Pulang Kerja


Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.

Mia berumur 28 tahun. dia adalah istri dari temanku yang bernama Jodi , mereka sudah dikaruMia i 2 orang anak. Mia kebetulan menjadi rekan kerjaku yang meski sudah menikah dan punya 2 anak, namun tubuhnya masih begitu seksi, apalagi ditunjang dengan wajah cantik dan kulit putih mulus. Hingga sering kali aku menjadi ingin sekali dapat menikmati tubuhnya.

www.cerwasa.com

Menurut kata hatiku Mia itu memang sayang sama aku, hampir tiap hari Mia membawakanku kue. Mia tahu kalau aku suka kelaparan sebelum makan siang. Dari situ, aku bisa lebih dekat dengan Mia . Mengapa Mia rela memperhatikanku ya? Ada yang tak beres sepertinya perkawinan mereka berdua. Dan karena perhatiannya itu aku berencana memberikan hadiah kepadanya.

Akhirnya aku memberikan sesuatu untuk Mia. Daster merah . Aku terus terang sudah membayangkan Mia memakai Daster merah ini dan aku menyetubuhinya. Ahh, aku jadi ingat Mbak Lina yang banyak mengajariku soal persetubuhan.
“Mia , ini buatmu ya?” Mia tersenyum sambil menerima kadoku.
“Bagaimana kabar rumah Mia ?” tanyaku melanjutkan.
“Baik Jon,” katanya agak terpaksa.
“Kemana Mas Jodi hari ini?” kataku menyelidik.
“Oooh, baru pergi ke Bogor, ada diklat seminggu di sana,” katanya.
Wah, ini kesempatan buatku.
“Eh… Mia… mau gak sore nanti temeni aku? tanyaku.
Sementara aku berakting biasa karena teman-teman kantor di luar bisa melihatku di dalam ruangan berkaca ini. Mia diam saja.
“Jika Mia mau, nanti temui aku di sini ya, sore nanti sejam setelah pulang kantor, dan kuharap kamu mau pakai apa yang aku berikan itu,” kataku merayu dan sambil kutuliskan nama salah hotel berbintang di kotaku.

Beberapa saat kemudian Mia keluar dari ruanganku, hatiku berkecamuk. Mau tidak dia ya? Pikir dan anganku. Segera aku telepon hotel dan aku booking kamar yang menghadap ke barat, sehingga bisa melihat bukit-bukit indah kotaku. Aku telepon Mia dan memberitahu nomor kamarku. Mia tidak menjawab sepatah katapun. Aku makin gelisah.

Aku pulang kantor sejam lebih awal. Mobil kutinggalkan di parkir Mall di kotaku dan aku naik taksi ke hotel. Dengan pikiran gelisah aku menunggu kedatangan Mia. Akhirnya sesaat kemudian ada ketukan di kamarku dan yaa, hatiku senang bukan main karena Mia akhirnya datang juga. Ahh, senyumnya malu-malu dan segera tubuhnya kutarik ke dalam, kukunci pintu. Kami berpandangan dan akhirnya kami berpelukan, aku peluk Mia sekuatku dan kuciumi kuat bibirnya yang merah. Ohh Mia, kau benar-benar menjadi milikku sore ini.

“Eh Mia… kamu gak lupa bawa daster merah yang aku beri?” dia mengangguk.

Aku memintanya untuk memakai sekarang. Kusuruh dia ke kamar mandi, sementara aku melepaskan semua pakaianku sendiri hingga telanjang. Aku lalu bersembunyi. Aku ingin menikmati tunuh Mia sore ini, bagaimana dia berjalan. Aku mengelus-elus kemaluanku sendiri.

“Ahh, tunggu ya, sabar ya”, kataku dalam hati pada kemaluanku.

Sekitar 10 menit kemudian, kulihat pintu kamar mandi dibuka dan amboi.. kuperhatikan dia berjalan dan dia mencariku ketika sampai dekat tempat tidur. Akhirnya dia tahu tempatku sembunyi. Aku keluar dengan tubuhku yang telanjang, dengan batang kemaluanku yang menegang kuat penuh. Kulihat Mia terhenyak melihatku, matanya terpaku menjalari tubuhku dan terakhir melihat kemaluanku yang sudah dalam keadaan tegak berdiri. Lalu kupanggil supaya dia mendekat dan aku juga bergerak mendekatinya. Seksi sekali Mia dengan daster merah yang kuberikan. Pundaknya hanya dilapisi tali merah kecil. Wow…, Mia ternyata tidak pakai BH, buah dadanya tampak menggunung dan bergerak-gerak ketika dia berjalan.

Aahh…, kedua payudaranya kurasakan nikmat ketika menempel di dadaku. Kupandangi dia ketika kami berpelukkan. Tanganku bergerilya di bagian belakang tubuhnya menelusuri punggung dan ke pantatnya yang indah tertutup daster merah. Aku kaget karena dibalik daster merah itu sudah tak ada lagi BH dan celana dalam. Dengan sekali sentak pasti Mia sudah telanjang di dekapanku. Pikiranku berubah. Aku ingin menyetubuhi anusnya dulu dengan Mia masih memakai daster. Lalu, kubalikkan tubuhnya. Mia menyandarkan kepalanya di dada kiriku. Wajahnya menghadapku dari samping. Ahh, benar-benar menggairahkan tubuhnya. Buah dadanya yang besar menantangku, juga tubuhnya, semuanya. Dengan manja dan minta, aku memaguti bibirnya, menguluminya. Tanganku bergerak meraba leher, kepala, telinganya.

Begitu lama kami saling melumat bibir, kuciumi pipinya, telinganya, dahinya dan tanganku mulai merabai kedua buah dadanya dan kuberikan lagi sensasi-sensai yang sangat nikmat di tubuhnya. Tubuhnya sesekali membusung kedepan menikmati gerakan tanganku meremasi buah dadanya. Lalu tiba-tiba tubuhnya menunduk dan makin membungkuk, aku menahan dengan tanganku yang masih di buah dadanya. Mia sangat menikmati. Akhirnya Mia makin menunduk akhirnya mencapai dasar lantai, Mia membungkuk. Kubuka daster bawahnya ke atas dan kulihat pantatnya yang menggairahkan.

Mia kini ada dalam posisi menungging, aku meremasi buah dadanya dari belakang. Aku menciumi pantatnya dan bibir kemaluannya, menggairahkan sekali. Kuraih klitorisnya dan membuat tunggingannya semakin naik dan membuka. Kugesekkan batang kemaluanku di sepanjang bibir kemaluannya bergerak ke atas ke anusnya. Seolah Mia tahu keinginanku. Mia tahu kalau aku mau menikmati lubang anusnya. Kemaluanku sudah berada di bibir anusnya. Mia terus bergerak ke belakang membuat batang kemaluanku semakin terbenam di anusnya.

Ternyata Mia sangat menikmatinya dan tidak kesakitan saat kemaluanku mulai menerobos lubang anusnya. Akhirnya seluruh batang kemaluanku tertanam di anusnya. Ooh, nikmat sekali jepitan anusnya. Aku menikmati sensasi kenikmatan ini dan kuraih lagi buah dadanya dari belakang sementara Mia masih menungging. Kuremasi lagi dan kugerakkan lembut batang kemaluanku yang sudah terbenam penuh di anusnya.

“Aaahh Mia…. Mia ,” kataku.

Akhirnya aku mulai tidak tahan lagi, cepat-cepat kucabut dan sebelum Mia tersadar, batang kemaluanku sudah menghujam ke lubang kemaluannya dengan cepat. Mia tersentak sebentar sebelum Mia sangat menikmati goyanganku. Sementara batang kemaluanku tertahan, aku melucuti dasternya sehingga Mia kini telah telanjang bulat dalam gaya “doggy style”. Aku ingin Mia jadi betinaku seperti anjing jantan menyenggamai betinanya. Sambil masih menungging, kugoyangkan nikmat, kuciumi leher Mia dari belakang, kuraih buah dadanya dan Mia melenguh kenikmatan. Mia makin tidak tertahan menikmati sensasi di liang kemaluannya. Mia Makin merapatkan kedua kakinya dan menungging saja dia, batang kemaluanku berdenyut seiring denyutan jantungku. Akhirnya dengan satu teriakan keras kami bersama orgasme. Aku semprotkan spermaku ke liang senggamanya, dan Mia memuntahkan cairan kewanitaannya menyirami batang kemaluanku. Mia terkulai telungkup dengan napas yang masih ngos-ngosan.

Kucabut batang kemaluanku dan kembali kulumat bibir Mia . Sisa-sisa ketegakan batang kemaluanku dan sperma bercampur cairan kewanitaannya kuarahkan ke mulutnya dan pipinya. Diraihnya batang kemaluanku oleh Mia dan dikuluminya. Dibersihkannya sisa-sisa sperma dan cairan nikmatnya dengan mulutnya yang menggairahkan itu. Mendapat perlakuan seperti itu, maka batang kemaluanku mengeras bangkit lagi.

Yang paling aku suka dari Mia adalah buah dadanya yang menggantung seperti buah pepaya besar. Aku suka memperhatikan BH-nya yang suka merosot ke bawah menahan beratnya kedua bukit indah itu. Aku suka membayangkan kapan aku bisa menikmatinya. Dari tadi aku hanya meremasi saja. Dan ketika batang kemaluanku tegak lagi oleh kuluman dan sedotannya, kutuntun Mia ke kamar mandi. Aku ingin menyetubuhinya lagi di sana.

Kami mandi bersama dengan shower yang hangat. Tubuh Mia sangat seksi menggairahkan apalagi dengan buah dadanya. Kucumbui Mia lagi. Kutengadahkan mulutnya dan dengan terpejam, bibirnya kulumat lembut. Sementara tanganku meremasi buah dadanya, batang kemaluanku bergesekan dengan kemaluannya. “Ahh..” Lalu kuangkat Mia ke meja tiolet di kamar mandi. Kucumbui dia, kukulumi bibirnya, dan akhirnya aku sampai di bukit indah. Dipeganginya kepalaku dan dengan nafas terengah-engah kenikmatan dengan kepala yang didongakkan, Mia menikmati cumbuanku atas buah dadanya. Kukulumi, kupaguti buah dadanya, menggairahkan sekali. Aku puas dan turun ke perutnya.

Kuambil kursi aku duduk di depannya, kutaruh kedua kaki Mia dipundakku, sementara dia duduk di meja. Kujilati pahanya dan menjalari ke bukit hitam kemaluannya. Ahh, kukulumi, kujilati dan cumbui kloritisnya dan Mia melenguh dengan hebatnya. Kubopong sementara kedua kakinya menjepit pinggangku, sementara aku bangkit mengulumi lagi kedua buah dadanya bergantian. Kubopong Mia ke tempat tidur, kurebahkan di sana.

Sebelum sensasi nikmat turun lagi, kuburu tubuhnya, kubuka selakangannya dan Mia menurut saja. Sekarang aku di tengah-tengah kedua kaki Mia yang terbuka dan diangkat. Ahh, kulihat Mia meremasi buah dadanya sendiri, itu satu tanda agar aku segera menyetubuhinya lagi. Aku membungkuk dan kuciumi pahanya ke bawah ke arah bukit hitam di kemaluannya. Mia tergelincang merasakan kenikmatan. Sementara tanganku meremasi kedua buah dadanya, kucumbui lagi kemaluannya yang makin basah.

“Aaauuugghh, enak sekali Jonnnnn, ehh.. ehh… teruss… terussss” lenguhan Mia memanjang.

Mulutku semakin dibasahi oleh cairan kewanitaannya bercampur dengan deru birahi Mia yang memuncak. Aku semakin menikmati saja persetubuhan ini dan kusiapkan kemaluanku untuk lubang kemaluannya yang sudah begitu siap menerimanya. Kuambil bantal dan kuganjal pinggulnya supaya aku lebih leluasa menyetubuhinya. Kutusuk lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku.

“Aaaggghh Jonnnn…., cepat, cepat Joonn…, cepatt.. ahh.. ehh..” lenguhannya, desisannya, geliatnya sangat merangsangku.

Lalu batang kemaluanku kumasukkan perlahan-lahan. Kepala kemaluanku melesak, kugosokkan ke dinding lubang kemaluannya memutar beberapa kali. Mia sangat menikmati. Kumasukkan lagi lebih dalam lubang yang menggairahkan untukku karena dinding lubang kemaluan Mia memberi sensasi nikmat yang luar biasa pada batang kemaluanku. Aku diam sejenak ketika batang kemaluanku sudah tertancap separuhnya. Mia memainkan pinggulnya sendiri seperti menyetubuhiku.

“Ooouuuhh Mia…. Nikmat sekali..” ” kataku

Mia terus menggoyang-goyangkan pinggulnya, akhirnya kuimbangi dengan dorongan dan gerakan memutar yang membuat batang kemaluanku terhujam penuh di lubang kemaluan Mia. Mia menggelinjang, mengerang, mendesis,

“Aaauuggghh.. aaaaaahh.. Jooonnnn, Joooonnnn” beberapa kali namaku dipanggilnya.

Aku merasakan ada yang lain di samping jepitan pinggulnya yang tersalur ke lubang kemaluannya pada batang kemaluanku. Akhirnya Mia akan segera orgasme dan kubiarkan Mia mencapai puncak kenikmatannya itu. Aku pun makin tidak kuat menahan lagi, sebentar lagi spermaku mau menyembur keluar. Dengan beberapa kali genjotan, kucabut segera batang kemaluanku dan melangkah ke mulut Mia, dan kumuntahkan spermaku membasahi mulutnya, hidungnya, matanya, pipinya. Ahh, Mia menjilatinya, juga batang kemaluanku dikuluminya. Sekali lagi kusemprotkan spermaku ke mulutnya. Mia menelannya.

“Ohh”, nikmat sekali. Aku menikmati lagi buah dadanya sebagai bagian akhir aku menyetubuhinya. Kulihat Mia menggelepar-gelepar menikmati sensasi akhir yang kuberikan. Aku mencumbui Mia dan kupeluki Mia sampai dia lelah tertidur dalam pelukanku.

Ahh Mia, akhirnya aku dapat menikmati keindahan tubuhmu. Betapa nikmatnya. Akhirnya Mia pulang setelah membersihkan diri di kamar mandi. Akhirnya sejak peristiwa itu, kami berdua jadi suka melakukannya dan terus mengulangi persetubuhan di hotel yang sama di sore hari sepulang jam kantor.

Kisah selanjutnya di inginseks22.com

Tags: Cerita sex terbaru, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita seks perselingkuhan, cerita sange, Cerita seks, cerita seks selingkuh, cerita sex, cerita sex bergambar, cerita sex janda, cerita sex selingkuh, cerita sex tante.