Cerita Birahi Sex Mamah Pacarku


birahisex.com situs web yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru | Cerita Birahi Sex Mamah Pacarku

Hallo gaes, kembali admin birahisex.com menghadirkan cerita sex pengalaman pribadi dari kiriman-kiriman pembaca. Admin birahisex.com tentunya akan selalu menghadirkan cerita sex yang selalu terbaru dan terupdate. Bagi pembaca sekalian yang mempuyai pengalaman pribadi dan ingin pengalamannya ditulis di birahisex.com bisa mengirimkan ceritanya lewat email : sexbirahi@gmail.com.

Ini adalah kisah gilaku bersama dengan mamah pacarku sendiri. Jarang sekali kisah ini terjadi pada seseorang apa lagi sampai bisa bercumbu dengan mamah dari pacarku yang juga mempunyai permainan sex yang binal. Sebut saja pacarku Lita, aku dan Lita sudah pacaran lebih dari setahun. Sejak pacaran dengan Lita itulah, aku menjadi akrab dengan keluarganya dan hingga kisahku ini terjadi. Mamah Lita meski usianya sudah gak muda Lagi, namun lekuk tubuh dan kemolekannya gak mau kalah dengan Lita. Kulihat mamah Lita sepertinya sangat rajin merawat tubuhnya hingga tubhnya masih singset dan sangat menggoda.

Panggil saja mamah Lita adalah tante Nindi. Cara berpakaian tante Nindi dengan Lita tak mau kalah. Bahkan sering kali kulihat saat aku ngapel dirumah Lita, mamah Lita lebih seksi dan lebih menggairahkan. Tubuh tante Nindi sangat molek, pingganggnya ramping, payudaranya sangat besar sekali berukuran sekitar 38 dan juga pantatnya yang juga besar dan terlihat sangat padat sekali. “Uggghhh….sungguh membuat hati berdebar saat memperhatikan kemolekannya” ucapku dalam hati.

Cerita Birahi Sex Mamah Pacarku

Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Tante, Cerita Sex HOT, Cerita Dewasa HOT, Cerita Sex Terbaru

Suatu hari aku ingin membuat surprise kepada Lita, aku ingin maen kerumahnya namun aku tidak ngasih tau Lita dulu. Setelah berpakaian rapi, aku langsung menuju rumah Lita. Sampai dirumahnya, kulihat rumahnya sepi seklai, sepertinya sedang pergi. Namun kucoba mengetuk pintunya. Beberapa kali kuketuk pintunya, akhirnya keluarlah seorang wanita namun bukan Lita, tak lain adalah tante Nindi. Uugghhh. . .saat tante Nindi membukakan pintu sejenak membuatku tercengang melihatnya. Tante nindi berpakaian snagat seksi sekali dengan hanya menggunakan tengtop dan juga celana pendek yang sangat ketat hingga payudara dan pantat seksinya bisa kulihat dengan jelas.

Kemudian tante Nindi bilang kalau Lita sedang keluar sama ayahnya, yang membuat akhirnya aku dan tante Nindi jadi ngobrol berdua. Selama mengobrol dengan tante Nindi, mataku sellau jelalatan menulusuri setiap lekuk tubuhnya yang tak kurasakan lama kelaman membuat k0ntolku berkedut-kedut. Selesai ngobrol Lita tak kunjung pulang, dan aku disuruh tante untuk menunggu sementara tante bilang kalo ingin menyiram bunga-bunganya. Dari tempat ku menunggu, aku maish terus mempehatikan setiap gerakan tante Nindi. Saat tante Nindi membungkukan badannya, aku dapat melihat jelas bongkahan payudaranya. Apalagi saat tante Nindi membungkukan badannya dan berbalik hingga membentuk posisi nungging, saat itu juga k0ntolku tegang dan sangat keras sekali. Melihat hal itu aku ingin sekali menubruknya “Aaarrrrggghhh….Shiiiiit…” teriakku dalam hati. Cerita Sex Dewasa

Kulitan tubuh tante Nindi sangat putih sekali, tubuhnya padat berisi yang membuatku semakin bernafsu. Kemudian aku mulai memberanikan diri untuk menggoda tante Nindi.

“Aku bantuin yaaa tante” ujarku

“Aaahhh. . .gak usah repot-repot Rend, kamu duduk aja” balasnya

Tanpa pikir lama lagi aku langsung beranjak dari tempat dudukku dan langsung menghampiri tante Nindi dan berdiri disampingnya,

“Hari ini tante kelihatan cantik deeh” aku mulai menggoda

“Bisa aja kamu Rend” jawab tante sambil tersenyum

“Yakin tant, hari ini tante terlihat lebih cantik dari Lita, ditambah tante sedang berpakaian kayak gini, tante kelihatan lebih seksi” ujarku

Mendapat godaan dariku, tanpa berkata lagi tante Nindi langsung mengajaku masuk kedalam rumahnya,

“Masuk aja yuuk Rend, tante udah selesai kok, lanjutin ngobrolnya didalam saja” ajak tante Nindi

Kemudian aku dan tante Nindi langsung kedalam rumah, kupikir godaanku sedikit mengenainya, tinggal ngegombal sedikit aja pasti aku bisa menimati tubuh molek tante Nindi. Setelah tante Nindi dan aku masuk dalam rumah, tante mengajaku nonton film kesukaannya. Namun ketika sedaang seru-serunya Tiba-tiba listrik padam. Jadilah aku dan tnate mulai ngobrol tentang kehidupan pernikahannya. Perlahan kubelokan pembicaraan dan berkata,

“Tante sangat cantik sekali” godaku

Mendengar ucapanku seketika tante Nindi kaget dan langsung menatapku bahkan tante Nindi juga melihat kearah celana yang kupakai. Kuyakin pasti tante melihat kalau k0ntolku sudah tegang. Kemudian aku berkata lagi,

“Tante mirip seperti kakaknya Lita bukan seperti mamahnya” ujarku

“Kamu bercanda Rend” balas tante

“Beneran tant, suer, apalagi kalau tante pakai tank top dan rok pendek kayak gini, jauh terlihat lebih muda lagi” ujarku terus merayu

Mendengar rayuanku, tante Nindi tersenyum. Lalu aku bertanya lagi,

“Apakah tante bisa memakainya sekarang”

Pertamanya tante Nindi menolak namun aku terus merayu dengan sedikit memaksanya hingga akhirnya tante berkata,

“Okkkeee. . .tante akan pakai” ujarnya

Mendengar itu langsung saja k0ntolku menegang dan sudah berontak ingin keluar dari CD-ku.

“Tapi kamu jangan macem-macem ya Rend”

“Iyaaa. . .Rendi janji tante” balasku

Setelah itu tante Nindi pergi kekamarnya dan aku mulai memegangi k0ntolku. Setelah kembali tante Nindi terlihat sangat seksi dan sangat menggairahkan sekali. Nafsu dalam diriku semkain menjadi dan kuiraskaan semakin naik. Lalu tante Nindi tersenyum dan berkata,

“Kamu melanggar janjimu Rend”

Aku hanya tersenyum. Payudara tante Nindi terlihat seperti mau muntah dari tank topnya dan putting susunya kulihat tercetak jelas yang ternyata tante Nindi gak memakai BH. Bawahannya, tante hanya pakai rok mini ketat hingga kakinya yang jenjang telihat sangat seksi. Kemudian aku bangun dan mendekati tante Nindi lalu berkata,

“Aku ingin mencium Tante”

Namun tante Nindi menolak tapi aku tak mau kehilangan kesmepatan itu begitu saja. Langsung saja kupegang pinggang tante dan lansgung menciumnya. Beberapa saat awalnya tante berusaha menolak namun kemudian tante berhenti melakukan perlawanan. Kurasakan nafas tante sudah gak teratur lagi. dengan masih menciumi bibir tante, sekarang tanganku mulai meremas pantatnya dan kuangkat roknya keatas dan memasukan tanganku kedalam CD-nya dari belakang kemudian menekankan pantatnya dengan keras hingga akhirnya tante berhenti melawan. Aku terus menciumi tante dan mulai meremasi buah dadanya yang monbtok, lalu kubawa tante ke sofa.

Kurang lebih sepuluh menitan aku dan tante Nindi berciuman dan saling raba, tante Nindi melepaskan pelukan dan ciumannya. kemudian tante Nindi menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa pikir panjnag lagi, tanganku pun langsung beraksi melepas tanktopnya,

“Toket tante Nindi gede banget sih. Rendi suka banget deh” ujarku sambil meraba toket tante Nindi

“Kalau suka ya jangan diliatin aja donk saayaang.. Dijilati, disedot donk Saayaaang..” pinta tante Nindi

Gak pakai lama lagi, langsung saja kujilati toket tante Nindi yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremasi toket tante Nindi yang sebelah kiri.

“Aaaaahh.. Ooouuhh.. Ssssshhhh..!” desah tante Nindi saat toketnya kujilat dan kusedot-sedotttt

Dengan bergantian, buah dada tante Nindi kusedot dan kujilati, sementara tangan kanan tante Nindi meremasi k0ntolku dari luar CD-ku. Tanpa kuraskaan, tante Nindi berusaha melepaskan CD-ku. Tante Nindi menaikkan pinggangnya saat kutarik rok mini ketatnya. Kulihat CD yang Tante Nindi pakai sudah becek. Lalu kuciumi CD Tante Nindi tepat diatas m3meknya dan sesekali meremasnya. Dengan cepat kutarik CD tante Nindi dan melemparkannya begitu saja dan terlihatlah olehku pemandangan yang sangat indah. Liang m3mek tante Nindi hanya ditumbuhi jembut halus yang tidak terlalu banyak, hingga garis liang m3mek tante Nindi bisa kulihat.

“Rend, k0ntolmu gede bianget, tante suka yang seperti ini” ujar tante Nindi kagum melihat k0ntolku yang sudah tegang dan mengeras

“Masak siiih tant???” tanyaku pura-pura membodohi

Tante Nindi dengan tangan kanannya terus meremasi k0ntolku. Dan tidak lama kemudian tante Nindi pun berjongkok kemudian tersenyum kearahku. Tante Nindi mendekatkan wajahnya kek0ntolku, kemudian tante mulai mengeluarkan lidahnya.

“Uuggghh..Aaagghh..Enak tant..!” desahku saat lidah tante Nindi mulai menyentuh kepala k0ntolku

Tante Nindi masih terus menjilati k0ntolku, dari pangkal sampai ujung kepala k0ntolku smeua tak luput dari lidahnya. Bahkan kedua buah zakarku pun tak terlewatkan dari sapuan tante Nindi. Aku hanya bisa memejamkan mata sambil terus mendesah keenakan mendapat perlakuan seperti itu dari tante. Setelah sekitar 10 menit, kurasakan k0ntolku berada disebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat kebawah. Ternyata sekarang separuh k0ntolku sudah masuk kemulut tante Nindi.

“Aaaahh.. Ooouuhh.. Yeeaaahh.. enaakk ba..nget tanntt..” desahku

Kulihat k0ntolku diemut dan disedot oleh tante Nindi tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah tante Nindi bergoyang-goyang, menari dengan lincahnya seperti ular. Dan sekarang kulihat tante Nindi menyedot jembutku seakan mau dikeramasi.

“Tannntt.. enak tanntt..” aku hanya bisa terus mendesah

Mendengar aku terus mendesah keenakan, dengan liar tante Nindi mengocok batang k0ntoloku didalam mulutnya. Kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidak dapat kuungkapkan dengan kata-kata, hingga aku tak bisa menahannya lagi dan tak berapa lama kemudian “Croooot.. Croooot.. Crooooott..” spermaku kumuntahkan didalam mulut tante Nindi. Setelah itu tante Nindi berdiri dan duduk disebelahku. Kedua kakinya dibuka lebar-lebar hingga aku bisa melihat memek tante Nindi dengan jelas.

“Rend, sekarang kamu jilatin mem3k tante gentian yaaa” ujar tante Nindi sambil menunjuk kearah m3meknya

Kemudian tante Nindi tidur telentang dilantai. Langsung saja aku menuju bagian bawah pusar tante Nindi. Kudekatkan wajahku kem3meknya, kemudian kujulurkan lidahku dan mulai menjilati m3meknya.

“Aaaahh.. Fuuckk.. Yeaahh.. Shiiiitt.. Hisapnya itilnya Reend” tanteku teus meracau saat kujilati m3meknya dan itilnyanya kusedot-sedot

“Ooouuhh.. Aaggghhh..Fuuck.. Mee.. Yeaahh.. masukin k0ntolmu Rend..! Tante udah gak tahan lagi niiih..!” tante Nindi memohon

Perlahan aku bangun dan kusejajarkan tubuhku dengan tubuh tante Nindi. Lalu kugenggam batang k0ntolku, dan dengan perlahan kudorong pantatku menuju m3mek tante Nindi. Kubuka lebar-lebar paha tante, lalu kuarahkan k0ntolku kevagina tante yang sudah becek dan licin itu. Lalu tangan tante Nindi dengan cepat meraih k0ntolku dan mengarahkannya ke liang v4ginanya. Tak kesulitan “Bleeeesssss..” k0ntolku langsung memompa mem3k tante Nindi. Kurasakan mem3k tante Nindi masih seret dan nikmat banget, rasanya menjepit k0ntolku.

“Oooouuuhh.. Sssshhhh.. Ooohhh. . .Reennd.. Mmhhhh…” desah tante Nindi saat kupompa k0ntolku sedikit cepat. Tante Nindi mengimbangi goyanganku dengan ikut menggoyangkan pinggulnya. Tak lama aku menggoyang tante, tiba-tiba tubuh tante Nindi bergetar dan kemudian tubuhnya agak mengejang.

“Ooouuuhhhh. . . .Reeend..Aku mau keluarr.. Mmmhhh…” jerit tante Nindi

“Terus goyang reend. . .puaskan aku Reend” desahnya lagi

Beberapa saat kemudian tubuh tante Nindi melemah. Aku yang juga ingin keluar, tanpa melepaskan k0ntolku dari mem3k tante, dengan cepat kubalikan tubuhnya hingga nungging,

“Aduhh..Nikmaaatt.. sekali Reend..! Kamu.. jagoo. . .Reeeend..!” celoteh tante Nindi saat kuentot mem3knya dari belakang

Aku terus menggenjotnya dengan cepat. Tante Nindi pun membalas dengan ikut menggoyangkan pantatnya dengan cepat pula dan kurasakan ada cairan hangat yang menyembur didalam tubuhnya. Sepertinya tante Nindi mengalami orgasme kembali “Aku keluar lagi Reeend…. kamu hebat banget”. Mengetahui hal itu, aku terus mengenjotnya dengan cepat karena aku juga merasakan kalo aku juga akan keluar Dan memang, aku sudah gak tahan lagi. Gerakanku semakin kupercepat, nafasku semakin memburu dan dengan mengerang, muncratlah pejuhku didalam mem3k tante Nindi, “Croooot..Crooooot.. Crooooott..” dan tante Nindi kelihatannya juga kembali mencapai orgasme yang ketiga. Mengetahui aku sudah keluar, tante Nindi memutar-mutar pinggulnya kesana kemari membuat k0ntolku terasa ngilu dan seperti diremas-remas.

Sejak saat itu kami hampir tiap hari melakukan persetubuhan saat siang hari ketika rumah tante Nindi lagi sepi. Tante Nindi menelponku untuk datang kerumahnya untuk memuaskan nafsu birahinya lagi. Dan tak terasa sudah lebih dari 3 bulan aku menyetubuhi tante Nindi. Sungguh nikmatnya hidupku, mamah dan anak perempuannya tubuhnya bisa kunikmati secara bergantian dengan nafsu dan sensasi yang berbeda. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot